Minggu, 03 November 2013
Selasa, 10 September 2013
Selasa, 04 Juni 2013
Senin, 31 Oktober 2011
Rabu, 03 Agustus 2011
PELATIHAN HOME CARE DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN MANDIRI
A. Latar Belakang
Perkembangan pelayanan kesehatan yang ada sekarang belum semuanya bisa memberikan pelayanan sepenuhnya kepada masyarakat. Apalagi tuntutan masyarakat yang semakin berkembang dengan diiringi perkembangan sosial ekonomi yang semakin meningkat pula ternyata mempunyai dampak yang riil terhadap tuntutan bentuk pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat. Salah satunya adalah pelayanan “HOME CARE“. Hal ini terbukti hampir seluruh rumah sakit di Yogyakarta memiliki pelayanan “HOME CARE” untuk memenuhi kebutuhan pasien mendapatkan pelayanan keperawatan lanjutan di rumah. Pelayanan “HOME CARE” dikembangkan untuk memberikan asuhan keperawatan yang mandiri sesuai kaidah-kaidah keperawatan untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan rawat inap dengan lebih efisien. Tuntunan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang serba murah dan terjangkau, mudah pemenuhannya, baik kualitasnya dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi pasien dan keluarganya. Pelayanan di rumah sebagai alternatif tempat pelayanan kesehatan yang sangat diharapkan pasien terutama keluarga pasien, dianggap sangat kondusif dan sesuai tuntutan pasien. Namun demikian selama ini belum ada seminar atau workshop yang secara optimal mengintegrasikan berbagai komponen dalam menyelenggarakan pelayanan “HOME CARE” tersebut baik di institusi swasta maupun pemerintah. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka pelatihan ini akan diselenggarakan untuk mewujudkan praktek HOME CARE dipelayanan kesehatan baik rumah sakit, puskesmas maupun perseorangan.
B. Tujuan
1. Umum
Setelah pelatihan home care dalam praktek mandiri perawat, peserta mampu menguasai tentang manajemen dan aplikasi home care dalam praktek mandiri perawat.
2. Khusus
Setelah seminar ini diharapkan peserta mampu:
a. Memahaman konsep home care di pelayanan dasar
b. Pembiayaan home care di pelayanan dasar
c. Tenaga kesehatan yang dibutuhkan dalam pelayanan home care
d. Kriteria kasus dan jenis pelayanan di dalam pelayanan home care
e. Alur rujukan yang sesuai dalam pelayanan home care
f. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam home care
g. Melakukan ketrampilan beberapa teknik perawatan luka pada beberapa jenis luka
h. Melakukan ketrampilan komplementer therapy.
C. Waktu dan Tempat
Pelaksanaan home care akan dilaksanakan:
Tanggal 19-21 Oktober 2011 di Gedung Ismangoen PSIK-FKUGM Jln Farmako Sekip Utara Yogyakarta.
D. Peserta
Pelatihan ini akan diabatasi 30 peserta, dimana peserta yang dapat mengikuti pelatihan adalah sebagai berikut.
1. Tenaga kesehatan baik di puskesmas dan rumah sakit
2. Perawat dan bidan baik di puskemas maupun rumah sakit
3. Perawat perseorangan yang berkepentingan dengan pelayanan home care
4. Mahasiswa keperawatan
E. Biaya pelatihan dan fasilatas
Pelatihan akan diselenggarakan selama 3 hari di gedung Ismangoen FK UGM, dengan biaya sebesar Rp.1.750.000. adapun fasilitas yang diberikan adalah
1. Tas
2. Makan siang
3. Snack
4. Sertifikat 2 SKP (PPNI)
Hari I
| Hari | Waktu | Materi | Fasilitator |
| Rabu | 8.00-8.30 | Registrasi | Panitia |
| | 8.30-9.30 | Kebijakan home care dalam praktek keperawatan mandiri | Kemenkes.RI |
| | 9.30-9.40 | Coffee break | Panitia |
| | 9.40-12.00 | Pengalaman home care hospital based di RSUP Sardjito. | Dr.Niken (Pengelola HC Sardjito) |
| | 12.00-13.00 | ISHOMA | Panitia |
| | 13.00-14.40 | Manajemen home care”man, money,method,mechine,material” | Heru Subekti,S.Kep.,Ns.,MPH Akhmadi,S.Kp.M.Kes.Sp.Kom |
| | 14.40-15.30 | Kolaborasi pelayanan home care pada pasien degeneratif | Dr.Probosuseno,Sp.PD.(K.Ger) |
| | | Home care Manajemen pada pasien diabetes | Susi wijayanti,S.kep.,Ns (Educator DM RS Sardjito) |
Hari II
| Hari | Waktu | Materi | Fasilitator |
| Kamis | 8.00-8.50 | Nursing process with NANDA,NOC,NIC dalam pelayanan home care | Purwanta,S.Kp.,M.Kes Ema M,S.Kep.,Ns.M.Kes |
| | | Coffee break | Panitia |
| | | Moisture balance to promote wound care healing | L.Anik,S.Kep.,Ns.ETN(Perawat luka bakar RS Sardjito) |
| | | Komplementer therapy “herbal medicine therapy) | Maryono SW,S.Kp.,M.Si/tim Bethesda/dr.Dewa,Sp.PD |
| | |||
| 13.00-14.30 | Clinical skill practice di gedung mini hospital: Hypnosis, Wound Care,HE, Insulin Management, Herbal Therapi. | Maryono,S.Kp,M.Si Heru Subekti,S.Kep.,Ns.MPH L.Anik,S.Kep.,Ns,ETN Susi Wijayanti,S.Kep.,Ns Tim Klnik Herbal Bethesda | |
| | | Problem solving “pasien dengan berbagai ketergantungan” | Akmadi,S.Kp.,Sp.Kom Ema M.,S.Kep.,Ns.,M.Kes |
| Hari | Waktu | Materi | Fasilitator |
| Jumat | 8.00-12.00 | Home care practice Assessment,diagnosis,intervensi, implementasi,evaluasi | Purwanta,S.Kp.,M.Kes Akhmadi S.Kp.,Sp.Kom Ema M.S.Kep.,Ns.,M.Kes Dwi Harjanto,S.Kp Heru Subekti,S.Kep.,Ns.MPH |
| | 12.00-13.00 | ISHOMA | Panitia |
| | 13.00-14.30 | Case discussion | Purwanta,S.Kp.,M.Kes Akhmadi S.Kp.,Sp.Kom Ema M.S.Kep.,Ns.,M.Kes Dwi Harjanto,S.Kp Heru Subekti,S.Kep.,Ns.MPH |
| | 14.30-15.00 | Presentasi | Heru Subekti,S.Kep.,Ns,MPH Dwi Harjanto,S.Kp Purwanta,S.Kp.,M.Kes |
| | 15.00-selesai | Penutup | Panitia |
Minggu, 01 Februari 2009
Antara lama Dirawat dan Hari Perawatan
Lama Dirawat (LD)
LD menunjukkan berapa hari lamanya seorang pasien dirawat inap pada satu episode perawatan. Satuan untuk LD adalah “hari”. Cara menghitung LD yaitu dengan menghitung selisih antara tanggal pulang (keluar dari RS, hidup maupun mati) dengan tanggal masuk RS. Dalam hal ini, untuk pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama – LDnya dihitung sebagai 1 hari.
| Tanggal masuk | Tanggal keluar | LD |
| 10 mei | 15 mei | 15-10 = 5 hari |
| 13 mei | 20 mei | 20 – 13 = 7 hari |
| 20 mei | 5 juni | (31 – 20)+5 = 16 hari |
| 25 mei | 7 juli | (31 – 25)+30+7 = 43 hari |
| 27 mei | 27 mei | 1 hari |
Angka rerata LD ini dikenal dengan istilah average Length of Stay (aLOS). aLOS merupakan salah satu parameter dalam penghitungan efisiensi penggunaan tempat tidur (TT) suatu bangsal atau RS. aLOS juga dibutuhkan untuk menggambar grafik Barber-Johnson (BJ). Kesalahan dalam mencatat dan menghitung LD berarti juga akan menyebabkan kesalahan dalam menggambar grafik BJ dan kesalahan dalam menghitung tingkat efisiensi penggunaan TT.
Jadi, untuk bisa menghitung LD dibutuhkan data tentang tanggal masuk dan tanggal keluar (baik keluar hidup maupun mati) dari setiap pasien. Umumnya data ini tercantum dalam formulir “Ringkasan Masuk dan Keluar (RM-1)”.
Dalam beberapa kasus tidak cukup hanya mencatat tanggal masuk dan keluar saja, tapi juga butuh mencatat jam pasien tersebut masuk perawatan dan keluar perawatan, terutama jika pasien tersebut keluar dalam keadaan meninggal. Data jam ini dibutuhkan untuk menentukan apakah pasien tersebut meninggal sebelum atau sesudah 48 jam dalam perawatan. Angka statistik yang berkaitan dengan jam meninggal ini adalah Gross Death Rate (GDR) dan Net Death Rate (NDR).
Hari Perawatan (HP)
Jika LD menunjukkan lamanya pasien dirawat (dengan satuan “hari”), maka HP menunjukkan banyaknya beban merawat pasien dalam suatu periode. Jadi satuan untuk HP adalah “hari-pasien”.
Cara menghitung HP berbeda dengan cara menghitung LD maupun menghitung Sensus Harian Rawat Inap (SHRI). Dalam SHRI, maka angka utama yang dilaporkan adalah jumlah pasien sisa yang masih dirawat pada saat dilakukan penghitungan / sensus, sedangkan HP menghitung juga jumlah pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama meskipun saat dilakukan sensus pasien tersebut sudah tidak ada lagi.
Kesimpulan
Jelas sudah bahwa LD dan HP berbeda cara pencatatan, penghitungan, dan penggunaannya. Sangat disayangkan bahwa masih cukup banyak RS yang tertukar dalam menggunakan LD dan HP untuk menghitung rumus-rumus indikator pelayanan rawat inap. Demikian pula antara LD, HP, dan SHRI.
Dengan memperhatikan cara pencatatan, penghitungan, dan penggunaan yang benar antara LD, HP, dan SHRI maka akan didapatkan informasi yang lebih akurat dan valid untuk manajemen pasien rawat inap
-
PENDAHULUAN Peningkatan pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat dalam segala bidang serta meningkatnya pengetahuan masyarakat berpe...
-
PELATIHAN MANAJEMEN KEPERAWATAN BAGI KEPALA RUANG
-
Dalam penghitungan statistik pelayanan rawat inap di rumah sakit (RS) dikenal dua istilah yang masih sering rancu dalam cara pen...







